Perjanjian Baru

INJIL MARKUS

Pendahuluan

            Injil Markus adalah salah satu Kitab-Kitab Injil Sinoptis, kemungkinan merupakan Kitab yang tertua juga di tulis lebih terdahulu dari pada Injil Matius, Lukas dan Yohanes. Kitab yang  sederhana merupakan penanaman dasar  yang mendasari penginjilan. Yohanes Markus tidak membuang-buang waktu dengan memberi tahu kita tentang apa yang hendak ia tulis. Ia mengawali karyanya dengan kata-kata, “Inilah permulaan Injil tentang Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah.” Menurut Yohanes Markus inilah awal segala-galanya, dan apa yang telah dimulai itu ia definisikan sebagai “Injil”.[1]

            Keempat Injil yang memuat riwayat Tuhan Yesus Kristus kemungkinan Injil Markus yang lebih menekankan pada perbuatan dari pada pengajaran serta menggambarkan Dia sebagai Hamba yang melayani. Salah satu tujuan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus Kristus adalah semata-mata  untuk menandaskan KEILAHIAN-NYA. Penulis mencoba untuk menyusun cerita mengenai Injil Markus walaupun dengan keterbatasan, penulis berusaha menggali dan mengupas Injil Markus.

Latar belakang

            Injil Markus kemungkinan di tulis kira-kira tahun 65/66 M antara tahun 63-70 M. Yohanes Markus yang mengarang kitab ini memiliki hubungan yang baik dengan Rasul Petrus, kemungkinan penulisan Injil Markus mendapat pengaruh besar dari  Rasul Petrus yang meninggal di wilayah Italy  tahun 64 M. Lagi pula, Markus sudah menyebutkan nubuat Tuhan Yesus Kristus tentang Keruntuhan kota Yerusalem kira-kira tahun 70 M. Kemungkinan Injil Markus di tulis sebelum tahun 70 M, karena kalau penggenapan nubuat itu sudah terjadi, tentulah peristiwa itu di sebutnya juga.[2]    

Bangsa Romawi

            Injil Markus kemungkinan di tujukan untuk orang-orang Kristen di Roma. Sesudah Hari Pantekosta  banyak pendatang dari Roma menjadi Petobat serta orang-orang percaya yang melihat lansung kehidupan dan ajaran Tuhan Yesus Kristus.  Beberapa bukti bahwa Injil Markus dialamatkan untuk orang Kristen di Roma :

  1. Injil ini tidak memuat banyak kutipan dari PL, hanya satu dua kutipan saja.
  2. Kata-kata dari bahasa Ibrani yang tidak dapat dipahami oleh orang asing, misalnya kata Boanerges (Mrk 3:17), Talita Kum (Mrk 5:41), Abba (Mrk 14:36), Eloi-Eloi (Mrk 15:34). Seandainya Yohanes Markus menulis Injilnya untuk orang Yahudi saja, sudah tentu kata-kata Ibrani itu perlu ditransletkan.
  3. Adat istiadat orang yahudi di terangkan mengenai pembasuhan (Mrk 7:3), kedudukan Bait Allah menghadap bukit Zaitun (Mrk 13:3), penyembelihan anak domba Paskah (Mrk 14:12) dan persiapan hari Sabat (Mrk 15:42).
  4. Dalam bahasa aslinya, Yohanes Markus memakai beberapa perkataan Romawi. Seperti ‘speculator’ / pengawal (Mrk 6:27), xestes / tempat minuman (Mrk 7:4), dinar (Mrk 6:37), legion (Mrk 5:9,15) dll.  

            Kondisi pada saat itu banyak ajaran sesat, ancaman kebencian bahkan Kaisar terganggu karena orang-orang Kristen tidak menyembah kaisar, fitnahan dan  ancaman penganiayaan besar yang dilakukan oleh penguasa Romawi terhadap para pengikut Tuhan Yesus Kristus. Kaisar Nero kemungkinan merupakan salah seorang penguasa yang menfitnah orang-orang Kristen dengan menuduh membakar kota Roma, sehingga orang-orang Kristen pada saat itu dianiaya dengan berbagai penyiksaan sampai mati. Tetapi orang-orang Kristen saat itu tidak goyah Imannya bahkan mereka memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus disaat detik-detik terakhir kehidupan mereka.

 

Hubungan Pribadi Yohanes Markus

            Yohanes Markus adalah seorang pengikut  Tuhan Yesus Kristus. Kemungkinan rumahnya di Yerusalem pernah dipergunakan sebagai tempat perhimpunan Para Rasul. Sehingga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan beberapa Rasul. Penulis mencoba menguraikan kisah hidup Yohanes Markus sebagai berikut:

Hubungan Keluarga

Maria.

            Yohanes Markus mempunyai ibu namanya Maria  yang rumahnya di Yerusalem pernah di kunjungi Rasul Petrus (KPR 12:12). Kemungkinan Maria dan Barnabas bersaudara.

Barnabas

            Yohanes Markus adalah kemenakan Barnabas (Kol 4:10). Barnabas adalah pamannya Markus, Barnabas juga merupakan salah seorang yang penting dalam kehidupan dan pelayanan Markus.

Hubungan dengan Para Rasul

Rasul Paulus

            Yohanes Markus teman sekerja Paulus (Flm 1:24), penghibur (Kol 4: 10-11) dan pelayanannya penting bagi Paulus (II Tim 4:11).

Rasul Petrus 

            Yohanes Markus sebagai anaknya Rasul Petrus (I Ptr 5:13).             Hanya Yohanes Markus yang menulis Rasul Petrus menangis terserdu-sedu (Mrk 14:47,72). Kemungkinan Yohanes Markus sudah lama bersahabat dengan Rasul Petrus dan mempunyai hubungan yang sangat dalam. Dari isi Injilnya dapat kita ketahui, bahwa Yohanes Markus banyak di pengaruhi oleh Rasul Petrus. Rupanya cerita-cerita tentang kehidupan Tuhan Yesus Kristus itu di dengar Yohanes Markus dari mulut Rasul Petrus sendiri; akan tetapi ada pula yang mengemukakan pendapat bahwa mungkin Yohanes Markus mendapat catatan tentang Tuhan Yesus Kristus dari Rasul Petrus.[3]

Hubungan pertikaian Paulus dan Barnabas

Perjalanan Misi Pertama

            Perjalanan Rasul Paulus dengan Barnabas yang pertama Yohanes Markus menyertai mereka sebagai Pembantu (KPR 13:5). Tetapi oleh sesuatu hal ditinggalkan kedua hamba Tuhan itu di tengah perjalanan dan pulang ke Yerusalem (KPR 13:13). Kemungkinan salah paham atau misunderstanding dan pelayanannya terlalu berat bagi Yohanes Markus.

Perjalanan Misi Kedua

            Tatkala Paulus dan Barnabas hendak memulai perjalanan kedua, terjadilah perselisihan yang tajam antara keduanya tentang Yohanes Markus, sehingga mereka berpisah (KPR 15:37-39).

 

Pentingnya pelayanan Yohanes Markus

            Ternyata sesudah pertobatan dan perubahan Kehidupan Yohanes Markus, sangat mulia bagi pelayanannya.  Kemudian Rasul Paulus telah berkenan dan menerima Yohanes Markus, dalam Filemon 24 Rasul Paulus menyatakan sebagai rekan sekerjanya. Rasul Paulus menyuruh Timotius supaya menjemput Yohanes Markus karena pelayanannya penting bagi Rasul Paulus (II Tim 4:11). Dan Rasul Paulus menasehati jemaat di Kolose untuk menyambut Yohanes Markus sebab ia menjadi penghibur baginya (Kol 4 : 10-11). Kemungkinan Barnabas dan Rasul Petrus yang berperan penting dalam mendidik, mengajar bahkan membawa Yohanes Markus untuk sungguh melayani Tuhan Yesus Kristus. By Kiven Keegen Kaeng.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                [1] Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, (Malang: Gandum Mas), 129

                [2] Walter  M. Post, Tafsiran Injil Markus (Bandung: Kalam Hidup), 8

            [3] Walter  M. Post, Tafsiran Injil Markus (Bandung: Kalam Hidup), 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s