APAKAH NAMA PENTING?

INTRODUKSI

Pernahkah anda dipanggil dengan nama yang berbeda? Atau Bagaimana rasanya jika orang lain mengganti nama anda dengan sengaja dan secara sembarangan? Pdt. Dr. Ronald B. Allen, dosen Perjanjian lama dan ahli bahasa Ibrani dari Dallas Theological Seminary, mengilustrasikan persoalan ini dengan menggunakan contoh namanya sendiri. Apabila konsonan dari nama depan Ronald adalah RNLD serta vokal dari nama belakangnya Allen adalah A dan E, lalu  digabungkan sehingga terbentuk nama baru yaitu RaNeLD. Dapat dipastikan akan terjadi kesalahan penulisan, karena RaNeLD bukanlah namanya. Jika manusia saja mempunyai aturan untuk mengubah nama, bahkan tidak boleh dengan sembarangan merubahnya, karena ada hukum yang mengatur, begitu juga dengan nama Allah, siapakah yang bisa mengubah nama Allah yang disebut YHWH ? Apakah nama Allah bisa berubah? Bagaimanakah kisah terjadinya perubahan nama Allah.

Dimulai dari Kejadian 1:1 yaitu pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Allah Abraham, Ishak dan Yakub yang menciptakan langit dan bumi. Allah (Elohim) yang benar tidak dapat dikalahkan oleh allah-allah lain atau berhala.

Kemudian didalam Keluaran pasal 3, Allah dengan sengaja menyatakan nama-Nya kepada Musa dengan sebutan bahasa Ibrani yaitu YHWH (terjemahan indonesia: TUHAN). YHWH memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk tidak menyebut dengan sembarang dan menghujat nama-Nya karena mereka akan dihukum mati. Oleh karena itu bangsa Israel menggantikan YHWH dengan sebutan `Adonay (terjemahan indonesia: Tuhan).  `Adonay dipakai oleh bangsa Israel sampai terjadi perubahan Kitab Suci bahasa Ibrani diterjemahkan ke bahasa Yunani yang disebut Septuaginta (terjemahan dari, tujuh puluh LXX disingkat).

Septuaginta terjadi di Zaman Ptolemy II (disebut Philadelphus, raja Mesir, 285-247 SM) ingin memiliki perpustakaan di Alexandria. Atas permintaan Ptolemy II kepada imam Eleazer dari Yerusalem untuk mengutus tujuh puluh dua orang, enam dari setiap suku, ke Mesir dengan gulungan Taurat. Dalam tujuh puluh dua hari mereka menerjemahkan masing-masing satu bagian dan sesudahnya mereka memutuskan untuk bekerjasama. Maka kata YHWH yang diganti dengan sebutan `Adonay di terjemahkan menjadi kurios (terjemahan indonesia: TUHAN,Tuhan) dalam bahasa Yunani. Puji TUHAN, di dalam surat terakhir dari Perjanjian Baru yaitu Wahyu ditulis dalam bahasa asli Yunani menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN. 

Sesudah TUHAN Yesus Kristus terangkat ke Surga, sesuai janji-Nya kepada pengikut-pengikut Kristus terjadi pencurahan Roh Kudus. Pada abad pertama masehi kuasa Roh Kudus tidak dapat dibendung, dihalangi oleh para penguasa yang jahat di jaman para rasul, walaupun banyak penganiayaan dan penderitaan yang dialami oleh orang percaya justru pemberitaan mengenai injil Kristus tersebar ke seluruh penjuru dunia. Memasuki jaman Bapa-bapa Gereja terjadi perubahan yang luar biasa, gereja bertumbuh, berkembang dengan pesat. Jangan ragu bahwa kuasa-Nya masih terus bekerja sampai sekarang, saya percaya.

Pada Masa Reformasi, Murid Marthin Luther bernama Galatius, Tahun 1520. Dengan tujuan yang baik, Dia menggabungkan kata YHWH dengan huruf vokal dari ‘Adonay maka terjadi perubahan nama YHWH menjadi sebutan lainnya (terlalu banyak karena beribu-ribu bahasa didunia ini). Seperti apakah proses penggabungannya?(Butuh waktu untuk menjelaskan memakai bahasa Ibrani).

Mohon maaf penulis mencoba menjelaskan dengan sedikit bahasa Ibrani karena bahasa asli dalam Perjanjian Lama/PL (sekilas info: PL ada juga bahasa aram).

Bahasa ibrani/Hebrew yaitu tulisannya ditulis dalam huruf konsonan/huruf mati contoh empat huruf konsonan dari Nama Ilahi (Y, H, W, H). (tambahan: huruf vokal di tambah oleh para sarjana untuk mempermudah belajar Hebrew).

Mari kita fokus pada kata ‘ADONAY dan melihat pemisahan konsonan dan vokalnya. 

Kalau di tulis hanya konsonan yaitu ‘DNY, penjelasannya Hebrew yaitu ‘=Alef (Simbol Hebrew:א), D=Dalet (ד, N=Nun (נ) , Y=Yod (י). Sedangkan vokalnya AOA (Penjelasan vokal bisa lihat di buku pengantar Hebrew) .

Kenapa Vokal “A” bisa berubah menjadi “E”? karena

Alef  ditulis bahasa Indonesia seperti huruf koma yang terletak diatas/sejajar (lihat ‘DNY), dibunyikan tidak bisa karena merupakan huruf mati tetapi jikalau alef di tambah hurf vokal “a” maka akan kedengaran seperti suara tenggorokan (eeergh). Sehingga Bpk. Galatius memodifikasinya menjadi setengah vokal kedengaran huruf “e”. Oleh karena itu huruf vokal  didalam kata ‘adonay yang semula adalah AOA berubah menjadi EOA(Ket: Sesudah huruf konsonan baru bisa ada huruf vokal seperti adonay tidak bisa dimulai huruf a tetapi dimulai huruf alef= sehingga menjadi ‘adonay kenapa demikian karena merupakan salah satu aturan Hebrew). Promosi: Hebrew, bahasa yang luar biasa disebut bahasa suci! kapan belajarnya?

Apakah ada kaitannya dengan perubahan nama Allah yang disebut TUHAN (YHWH)?

Coba perhatikan Y H W H + E O A = YEHOWAH.

Tanya: kenapa disebut JEHOVA?

Jawab: Bpk. Galatius saat itu hidup di wilayah Jerman sehingga logat, bahasa setempat yang dipakai. Misalnya Y kalau disebut kedengaran seperti J begitu juga huruf W yang ada huruf V jadi karena pengucapannya dan pengaruh bahasa saat itu sehingga tidak dapat dipungkiri menyebarlah kata JEHOVAH. Terus mengapa bisa berubah menjadi JEHOVA?huruf H kemana? Huruf H bisa dihilangkan apabila tidak ada Mappik. (Mappik is A dot placed in the letter (ה) only when it is final to indicate that it is to be treated as a consonan (guttural).

Tanya: Apakah nama penting?

Jawab: Kiven ingat waktu mau urus visa untuk lanjut study teologi ke negara lain. Sebagai seorang awam dari kampung loyang, Bitung, Sulawesi Utara dengan semangat ke Jakarta dengan mengandalkan Passpor, surat akte kelahiran dan surat-surat lainnya. Ketika masuk didalam proses pengurusannya ternyata belum memenuhi syarat. Sehingga kesempatan untuk study tertunda karena hanya masalah kecil yaitu nama. Kenapa nama? karena nama di akte kelahiran berbeda dengan nama di beberapa surat lainnya, misalnya di akte tertulis Kiven Keegen Kaeng sedangkan di Kartu Keluarga tertulis Kiven Kigen Kaeng. Ternyata Keegen dan Kigen berbeda!

Jadi apakah nama itu penting? coba pikirkan perumpamaan ini: Kiven adalah nama panggilan sedangkan Kaeng (Marga, fam). Kaeng adalah nama yang diwariskan dari Hans (ayahku) kepada Kiven sedangkan Hans dapatnya dari Alexander (Kakekku) begitu seterusnya. Jadi Kaeng adalah nama keluarga besar.

Jika Kaeng terdiri dari tiga huruf konsonan K N G sedangkan Kiven terdiri dua huruf vokal I & E maka Apabila kedua kata tersebut digabung akan menjadi K I N E G  (K N G + I E = K I N E G). Kineg dan Kigen bukanlah namaku karena tidak sesuai dengan akte kelahiran.

Jikalau nama manusia sangat penting apalagi nama Allah? 

Mari berdoa: Bapa Surgawi, bukakanlah hati saya untuk menerima kebenaran firman-Mu. Roh Kudus mampukanku untuk mengerti dan berkuasalah atas seluruh aspek kehidupanku didalam nama TUHAN Yesus Kristus. Amin.

Marilah kita lihat kebenaran di dalam kitab Keluaran pasal 3, sesudah Allah membukakan nama-Nya kepada nabi Musa (akan dikupas secara khusus dengan bahasa Ibrani).

Perhatikan ada tertulis didalam Kel 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

YHWH (TUHAN) adalah nama kekal, itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. The importance of the Name of God in biblical theology can scarcely be exaggerated. My NAME FOREVER: The term “forever” is the Hebrew term describing perpetuity, that is, time without end.[1]

Menurut The Brown-Driver-Briggs Lexicon `owlam (o-lawm’); or `olam (o-lawm’) adalah kata benda maskulin artinya Long duration, antiquity, futurity (kekal, selama-lamanya, zaman purbakala,  keabadian).  Nama YHWH adalah kekal itu berarti tidak ada perubahan nama sampai pada kekekalan. Allah juga tidak terbatas dalam kurun waktu. Allah tidak memiliki awal atau akhir, Ia bebas dari keterbatasan kurun waktu, Ialah pencipta waktu.[1] God’s eternity may be defined as follows: God has no beginning, end, or succession of moments in his own being, and he see all time equally vivdly, yet God sees events in time and acts in time.[2]

Note: Kita percaya Trinitas. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. (Pembahasan diatas berkaitan dengan nama Allah Bapa).

Menurut Tuan-tuan apakah nama itu penting?

Ijinkanlah Roh Kudus menjawabnya secara pribadi.

Darah Yesus Kristus membebaskanmu.

Author: Kiven Keegen

 


[1] Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika (Malang: Gandum Mas, 2003), 119.

[2] Wayne Grudem, Systematic Theology (England: Inter-Varsity Press, 1994). 168.


[1] Ibid, 35

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s