Aside

THE PURSUIT OF HAPPINESS (Text English-Indonesia)

THE PURSUIT OF HAPPINESS
Chris Gardner is a clever businessman, likes to work hard-hit by hardship after hardship. His efforts failed. He lost his savings. His wife left him. He eventually became homeless, and raising his son on the streets. One day the father and the boy was playing basketball with a new ball that he had given to his son’s. While they were playing the father said to his son: “Daddy do not want you to stay out here and play all day because you’re probably just going to be a player who is mediocre. Anyway, that’s just like you. You’re only as good as your dad. We have the same genes. So Daddy do not want you to waste a lot of time every day thinking that you will truly an expert. ”
You can see that his words affect the child’s heart. His son put his ball down and walked away with a feeling abandoned. The father saw the effect these words and, with feeling very guilty, knees, staring at his son’s eyes, saying, “Listen, boy, do not ever let anyone tell you that you can not be a great person – even Dad.”
1 Timothy 4:12 Let no one look down on you because you are young. Be an example for the believers in speech, in life, in love, in faithfulness and in purity.
Let us pray: Our Father in Heaven, I am thankful for your grace. I believe that your power is extraordinary in my life. Give me wisdom and wise, in the name of the Lord Jesus Christ. amen

THE PURSUIT OF HAPPINESS

Chris Gardner adalah seorang usahawan yang pandai, suka bekerja keras yang dihantam oleh kesukaran demi kesukaran. Usahanya gagal. Ia kehilangan tabungannya. Istrinya meninggalkannya. Ia akhirnya menjadi tunawisma, dan membesarkan putra kecilnya di jalan-jalan. Suatu hari ayah dan anak itu sedang bermain bola basket dengan bola baru yang telah ia berikan kepada putranya itu. Sementara mereka sedang bermain sang ayah berkata kepada putranya: “Ayah tidak ingin kamu tinggal di luar sini dan bermain sepanjang hari karena kamu mungkin hanya akan menjadi seorang pemain yang biasa-biasa saja. Lagi pula, hanya seperti itulah kamu. Kamu hanya sebaik ayahmu. Kita mempunyai gen yang sama. Jadi Ayah tidak ingin kamu membuang-buang banyak waktu setiap hari sambil berpikir bahwa kamu akan benar-benar ahli.”

Anda dapat melihat bahwa kata-katanya itu mempengaruhi hati anak itu. Putranya menaruh bolanya ke bawah dan berjalan menjauh dengan merasa tertolak. Sang ayah melihat pengaruh kata-katanya itu dan, dengan merasa sangat bersalah, berlutut, menatap mata putranya, berkata, “Dengarlah, Nak, jangan pernah kamu membiarkan siapa pun memberitahukanmu bahwa kamu tidak dapat menjadi orang yang hebat – bahkan Ayah.” [1]

1Timotius 4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Mari kita berdoa: Bapa kami didalam Surga, Saya mengucap syukur untuk kasih karunia-Mu. Saya percaya bahwa kuasa-Mu didalam hidupku sangat luar biasa. Berikan kepadaku hikmat dan kebijaksanaan, didalam nama TUHAN Yesus Kristus. Amin


[1]Osteen Joel, It’s Your Time, (Jakarta: Immanuel,2012), 269.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s