BAPTIS INDONESIA

 

PENDAHULUAN

 

Definition of Baptism.

Deriving from the Greek baptisma, “baptism” denotes the action of washing or plunging in water, which from the earliest days (Acts 2:41) has been used as the rite of Christian initiation. [1]

‎         bapti/zw ‎baptizo (bap-tid’-zo); from a derivative of ba/ptw ‎bapto (bap’-to); a primary verb; to overwhelm, i.e. cover wholly with a fluid; in the N. T. only in a qualified or specially, sense, i.e. (literally) to moisten (a part of one’s person), or (by implication) to stain (as with dye); to immerse, submerge; to make overwhelmed (i.e. fully wet); used only (in the N. T.) of ceremonial ablution, especially (technically) of the ordinance of Christian baptism:[2]

Baptism of Jesus. The baptism of Jesus at the hands of John the Baptist is recounted in some detail in Matthew (3:13-17), told more briefly in Mark (1:9-11), only mentioned in Luke (3:21-22), and unrecorded though probably presumed in John (1:29-34). In all four accounts the anointing of Jesus with the Spirit and the declaration of his sonship are directly linked to the baptism.[3]

SEJARAH

            Amanat Agung menjadi landasan pergerakan misi di seluruh dunia dengan penyertaan kuasa Roh Kudus sehingga tidak ada kuasa lain yang dapat membendungnya. Segala pujian hormat hanya untuk kemuliaan nama-Nya.

ABAD 18

Sekilas peristiwa penting,Tuhan memakai kaum Baptis melaksanakan Amanat Agung di Indonesia. Tahun 1813, 3 Mei, William Robinson, seorang Baptis Inggris datang ke Indonesia. Tahun 1814, 6 Juli, Jabes Carey melayani di Ambon. Tahun 1816, pengutusan Injil Baptis London mengangkat Gottlob Bruckner sebagai utusan Injil di Indonesia. Tahun 1819, Nathanial Ward berangkat ke Sumatera dan melayani di Bengkulu. Tahun 1820, Charles Evans dan Richard Burton mendukung pelayanan Ward di Bengkulu. Tahun 1821, Robinson, Ward, Evans dan Burton mendirikan suatu percetakan di Sumatra. Tahun 1824 Ward dan Burton memperluas pelayanannya hingga ke Danau Toba. Tahun 1934, utusan Injil Munson dan Lyman dibunuh dalam penginjilan di Danau Toba.[4]

ABAD 19

            Permulaan perjuangan Baptis Indonesia tidak terlepas dari cerita para misi Baptis di China yang mendapat perlawanan dari kaum Komunis.  Partai Komunis China berkuasa dan mengalahkan Partai Republik Tiongkok. Kemenangan Komunisme dan kekacauan politik saat itu berlanjut dengan adanya desakan untuk menutup semua tempat-tempat pelayanan Kristen dan seminari-seminari yang telah ada di China.[5] Pada Tahun 1948 lebih dari 200 misionari Baptis tidak di terima di China sehingga menjadi suatu kesempatan bagi kaum Baptis untuk memasuki Indonesia.

Indonesia pada tahun 1945 dengan konstitusi sementara memberi jaminan kebebasan beragama sehingga jalan terbuka bagi implementasi pekerjaan Baptis di tahun 1951. Anugerah Tuhan bahwa misi Baptis bisa masuk di Indonesia dan merupakan suatu mujizat. Factor lain yang juga membawa pekerjaan Baptis kembali ke Indonesia adalah karena Perang Dunia II yang telah menjadi pusat perhatian dunia, sedang mengarah kepada daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang telah berjuang dan mengalami kemerdekaan serta dalam proses mencari identitas barunya.[6]

Peristiwa-Peristiwa Penting.

Waktu

Peristiwa

1950 Dr. Baker James Cauthen sebagai Secretary for Orient of the Southern Baptist Foreign Mission Board mensurvei Negara Filipina, Thailand, Malasia dan Indonesia.
24 Desember 1951 Buren Johnson, Stokwell B. Sears dan Charles Cowheard menggunakan pesawat Royal Dutch Airline mendarat di Jakarta.
25 Februari 1952 Departemen Agama melalui Abednego selaku kepala bagian Kristen Protestan memberikan izin formal untuk mendirikan Gereja Baptis di Indonesia.
11 Mei 1952 Kebaktian orang Baptis pertama kali di Bandung. Kebaktian perdana yang masih dalam bahasa Inggris dimulai bertepatan dengan perayaan “Hari Ibu” di Amerika. Cowherd memimpin kebaktian dihadiri 23 orang (10 Amerika, Inggris, Belanda dan 13 orang dari Bandung) di Gedung Masonic Hall Jl. Wastukencana 27.
Agustus 1952 Baptis Mid-Mission mengangkat Helen Jean Moose melayani di The Chinese Baptist Church Jl Besi Jakarta.
23 November 1952 Terbentuklah Gereja Baptis Pertama.
28 November 1952 Indonesia Mission of The Southern Baptist Convention Terbentuk.
1 Maret 1953 Kebaktian pertama kali di Surabaya diadakan di Christ Church.
1957 Baptis Australia mendirikan cabang pengabaran Injil pertama di Maki, Jukwa dan Tiom Irian Barat.Percobaan perguruan tinggi di Tiom.
1961 Baptis Australia, kelas pertama berjumlah 15 orang tamat dan memulai pekerjaan di daerah Suku Dani Barat.
2 Maret 1961 Pelayanan Baptis pertama di Sumatera.
September 1961 Baptis Australia, Lebih dari 100 orang dibunuh suatu serangan melawan masyarakat Kristen, gedung-gedung dibakar dan dirampok.[7]
April 1953 Rumah Pdt. Ais Pormes dijadikan tempat kebaktian orang Baptis di Jakarta
7 November 1953 Baptist Youth Organisation (BYO) pertama terbentuk di Surabaya.
22 November 1953 Gereja Baptis Imanuel diorganisasikan.
1 Agustus 1954 Semarang, kebaktian pertama orang Baptis.
11 Oktober 1954 Kuliah perdana di Seminari Teologi Baptis Indonesia. Rektor Dr. Buford Nichols.
1 November 1954 Everly Hayes mendukung pelayanan Baptis di Kediri.
7 Desember 1954 Ruth Ford, seorang perawat memulai pelayanan Baptis di Kediri.
3 Februari 1955 Kediri, poliklinik Baptis pertama Semampir.
28 Februari 1955 Peresmian Poliklinik Semampir di Kediri.
3 April 1955 Gereja Baptis Seteran di organisasikan.
23 April 1955 Peresmian Poliklinik Baptis Kediri.
17 November 1955 Peresmian Baptist Youth Organisation Sion di Semarang.
15 Mei 1956 Memulai pelayanan ibadah di cabang “Bambu” Bangsal.
1957 Baptis Amerika di Kalimantan Asli. Mr Bremon beserta istrinya memulai pelayanan kesehatan dengan membasmi nyamuk dan memberikan obat-obatan bekerjasama dengan seorang dokter, dua perawat dari Misi Baptis Konservatif.
1 Februari 1957 Suara Baptis terbit perdana.
28 Februari 1957 Penahbisan gedung baru Rumah Sakit Baptis Kediri.
6 April 1957 Penahbisan diakon yang pertama kali di Indonesia terjadi di Gereja Baptis Pertama Bandung.
6 April 1958 Penahbisan 5 diakon pertama di Indonesia terjadi di Gereja Baptis Pertama Bandung.
13 April 1958 Gereja Baptis Semampir di organisasikan.
6 Juni 1958 Upacara Wisuda pertama Sekolah Tinggi Baptis Indonesia. Tujuh mahasiswa angkatan pertama.
6 September 1959 Peresmian pertama Gereja Baptis Penumping di Solo.
6 Oktober 1960 Sekolah Awam di buka di Kediri, Surabaya.
25 September 1961 Peresmian SPK Kediri.
Desember 1961 Penginjilan di Palembang Sumatera Selatan.
Februari 1962 Penginjilan di Jogyakarta.
4 Maret 1962 Gereja Baptis Raya Barat di organisasikan.
11 Maret 1962 Gereja Baptis Pertama Bandung mengorganisasikan Gereja Baptis Cipaganti.
1962 STBI memperkenalkan program dropping.
7 Oktober 1962 Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baru.
17 April 1963 Pelayanan Poliklinik di Bukit Tinggi.
2 September 1963 Pengorganisasian Gereja Baptis Baitani.
23 November 1963 Peresmian dan pengorganisasian Gereja Baptis Kebayoran.
10 Januari 1964 TK Baptis di Jl. Gunung Sahari VI/ 36 dibangun dan dibuka.
12 Maret 1964 Jawa Barat membentuk persekutuan Gereja Baptis wilayah JABAR.
24 Mei 1964 Pelayanan pertama melalui Media Masa Televisi.
5 Juli 1964 Gereja Baptis Gading di organisasikan.
10 Agustus 1964 Sekolah Umum (SD)  Baptis yang pertama di buka di Gereja Baptis Kalvari.
9 September 1964 Pembentukan Badan Pendidikan Baptis Kalvari.
5 Oktober 1964 Pembentukan Persekutuan Gereja-gereja Baptis wilayah Kediri.
1965 Selama empat belas tahun sedjak permulaan… orang Baptis Selatan telah bertambah… menundjukkan adanja 3.965 orang anggota dalam sedjumlah 71 buah geredja, misi, dan tempat2 berchotbah.[8]
13 Januari 1965 Gereja Baptis Palembang diorganisasikan.
15 April 1965 Klinik Bukit Tinggi di buka.
6 Mei 1965 Gereja Baptis Candi Semarang diorganisasikan.
1966 Penyelenggaraan Kampanye Sekolah Minggu Asia dan Pembentukan Pendeta Baptis Indonesia.
Juli 1967 Pembukaan Pelayanan Injil di Medan.
13 Oktober 1967 Yayasan Misi Baptis Indonesia disahkan.
Desember 1967 Penerbitan Suara Baptis.
20-24 Mei 1968 Musyawarah Kaum Baptis, menghasilkan Badan Kerja Sama (BKS).
17-21 Juni 1968 Pekan Musik Baptis Indonesia yang pertama.
Maret 1969 Peresmian Balai Mahasiswa Baptis Semarang.
8 Mei 1969 Peresmian Aulua STBI Semarang.
27 Mei 1969 Pembukaan BMB Semarang dan peresmian BMB Bandung.
21 Oktober 1969 Ujian Negara SPK.
1969-1970 Konser Kabaria.
1970 Kabaria 70 singkatan dari kampanye Pengabaran Injil se Indonesia 1970.
17-18 Maret 1970 Penerbitan Gereja-gereja Baptis Indonesia menjadi Lembaga Literatur Baptis (LLB).
15 Mei 1970 Gereja Baptis Cimahi dibuka.
27 Juni 1970 Penginjilan Radio dan Televisi di Sukabumi.
1 Maret 1971 Berdiri Sabda Sejati yaitu Sekolah Alkitab Baptis se Jawa Timur yang berpusat di Kediri.
4 Maret 1971 Pdt. Sarbini Ajar Barata ditahbiskan sebagai utusan Injil Nasional Pertama.
1 Juni 1971 Pertemuan tokoh-tokoh Baptis di Sukabumi.
19-28 Juli 1971 Rapat Misi Baptis Indonesia ke 19 di Tretes. Menghasilkan keputusan Tretes.
8-12 Agustus 1971
  • Musyawarah Kaum Baptis se Indonesia di STBI semarang. Menghasilkan lahirnya Gabungan Gereja Baptis Indonesia. Pdt. Eddy Wiriadinata sebagai ketua pertama GGBI.
  • Piagam Pembentukan GGBI. Menyadari akan panggilan bersama untuk menghayati persekutuan sebagi umat Baptis Indonesia, guna saling melayani dan memikul beban dengan kerendahan hati demi kemuliaan Kristus,… menyetuskan niat untuk membentuk Gabungan Gereja-gereja Baptis Indonesia
November 1971 Rapat khusus Misi di Tretes menghasilkan keputusan Tretes II berkaitan STBI.

PENUTUP

            Hasrat utama kaum Baptis di Indonesia ialah melajani rakjat Indonesia jang berdjumlah lebih dari seratus djuta itu. Tudjuan mereka jang terutama ialah memuliakan Nama Tuhannja. Kaum Baptis telah tersebar di lima buah pulau di Indonesia. Mereka ingin dapat lebih banjak menjerapi kehidupan di Indonesia. Sedjarah masa lampau se-mata2 suatu pembuka djalan menudju kepada masa depan.[9]

Gereja Baptis di Indonesia terus berkembang, dinamika pertumbuhan jemaat merupakan anugerah Tuhan. Para hamba Tuhan dari Sumatera Utara hingga Papua berjumlah 386 yang terdaftar di Kongres IX Lembang, 9-12 Maret 2010.[10] Mereka bersatu untuk kemuliaan Tuhan dengan semboyan “Dipersatukan untuk Diutus”.

Yohanes 17:18. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.

            Segala pujian Hormat hanya bagi Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kaum Baptis ada di Indonesia karena anugerah YHWH. Amin.


[1]  Walter A. Elwell, Evangelical Dictionary of Theology (Usa: Baker Book House Company, 1990), 112.

[2] (Biblesoft’s New Exhaustive Strong’s Numbers and Concordance with Expanded Greek-Hebrew Dictionary. Copyright © 1994, 2003, 2006 Biblesoft, Inc. and International Bible Translators, Inc.)

[3] Ibid,119.

[4] Pdt. Dwi Ariefin, Jejak Juang Saksi Injil (Bandung: Lembaga Literatur Baptis Indonesia, 2007), 303.

[5]  Pdt. Dwi Ariefin, Jejak Juang Saksi Injil (Bandung: Lembaga Literatur Baptis Indonesia, 2007), 7.

[6] Ibid.

[7] Dr. E.C. Smith, Perkembangan Geredja2 Baptis (Semarang: STBI, …), 132.

[8] Dr. E.C. Smith, Perkembangan Geredja2 Baptis (Semarang: STBI, …), 129.

[9] Dr. E.C. Smith, Perkembangan Geredja2 Baptis (Semarang: STBI, …), 132.

[10] GGBI, Salinan Minit Kongres IX GGBI (Jakarta: GGBI, 2010), 14.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s