Injil Yohanes

 

BAB I

 

INJIL YOHANES

Pendahuluan

            Salah satu surat kasih yang merupakan penulisan terbaik serta luar biasa  kerap menjadi persoalan yang amat sulit dalam PB, timbul penulisan kitab Wahyu, ketiga suratnya dan Injil Yohanes.  Dewasa ini pandangan semacam itu sudah ditinggalkan banyak orang, sedikit sekali ahli yang memandang karya-karya itu sebagai karya seorang rasul yaitu rasul Yohanes.[1]

 

Pengaruhnya atas jemaat Kristen dan dunia luar sangat tak terkirakan. Injil Yohanes yang mempunyai gaya penulisan yang sangat khas dan berwibawa menunjukkan begitu intimnya sang rasul Yohanes dengan Tuhan Yesus Kristus.         

            Penulisan Injil Yohanes memiliki beberapa perbedaan dengan Injil Matius, Markus dan Lukas. Injil Yohanes di tulis untuk semua umat Kristen, sebagai suatu kesaksian untuk meyakinkan tentang ketritunggalan Allah dan kepercayaannya. Penulis akan lebih spesifik kepada beberapa pribadi yang menunjukkan pengaruh dan dampak yang luar biasa kepada umat. Tokoh – tokoh yang berperan penting di dalam Injil Yohanes mereka yang melayani dengan sungguh – sungguh mereka adalah Maria ibu Tuhan Yesus Kristus, Yohanes Pembaptis, Andreas dan beberapa yang lainnya. Latar berlakang penulisan juga sangat penting kemungkinan penulisan di lakukan tidak sesuai dengan kronologi waktu dan juga personal atau pribadi sangat kuat, dalam ajaran Kristus Yesus sangat berprioritas kepada kasih bahkan pelayanan, pertemuan, serta pengalaman dengan Sang Juruslamat mendapat penekanan di dalam penulisan Injil Yohanes.  Penulis mencoba untuk observasi walaupun dengan keterbatasan penulis berusaha menggali dan mengupas Injil Yohanes.

Tahun Penulisan

            Penulisan Injil Yohanes di perkirakan antara tahun 80 -100 M sekitar tahun 98 M.         

 

Bahasa

            Kemungkinan di tulis pakai bahasa Aram. Bahasanya agak memuat banyak kata Aram (1:38, 41 dyb). Kemungkinan ditujukan bukan kepada orang-orang Yahudi!.

Tempat

            Kemungkinan menurut tradisi, mulai dari sejak Ireneus, meninggal di Efesus. Dari sejarah gereja orang-orang Kristen menyingkir ke desa Pella, sebelah timur Sungai Yordan. Waktu itu tentara Roma mengepung Yerusalem kira-kira tahun 68 M. Kemungkinan menetap di Efesus kira-kira tahun 80 M.

Murid

            Rasul Yohanes merupakan salah seorang pengikut yang sangat dekat dan dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.          Rasul Yohanes menjadi murid yang sungguh dekat kepada Tuhan Yesus Kristus

BAB II

 

PRIBADI

Pendahuluan

            Rasul Yohanes merupakan salah seorang pengikut yang sangat dekat dan dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Kemungkinan dia anak bangsawan, terpandang dan orang yang agak kaya. Penulis mencoba untuk menguraikan segala sesuatu yang berkaitan dengan Rasul Yohanes di mulai dari :

Keluarga dan Kekayaan.

            Ayahnya Zebedus (Mat. 4:21), bapanya mengupah orang dalam usaha perikanan (Mrk 1:19-20). Ibunya Salome, saudara Maria, ibu Tuhan Yesus Kristus (Mat 27:55-56, Mrk 15 :40-41). Rasul Yohanes memiliki rumah sendiri (Yoh 19:27).

Murid yang di kasihi Tuhan Yesus Kristus

            Rasul Yohanes menjadi murid yang sungguh dekat kepada Tuhan Yesus Kristus (Yoh 13:23; 19:26; 20:2). Beberapa kali Rasul Yohanes menyebut diri ‘murid yang lain itu’, karena ia segan menyebut namanya sendiri. Rasul Yohanes tidak meninggalkan Tuhan Yesus Kristus waktu di adili (Yoh 18:15), dan dialah murid satu-satunya yang berada di kaki salib

Tuhan Yesus Kristus (Yoh 19:26-27). Tetapi Rasul Yohanes juga diistimewakan oleh Tuhan Yesus Kristus selama dalam pelayanan tiga tahun, seperti pada waktu anak Yairus dibangkitkan (Luk 8:51); waktu Tuhan Yesus Kristus dipermuliakan di atas gunung (Mat 17:1-8), dan waktu Tuhan Yesus Kristus memilih tiga orang murid untuk mengikuti-Nya di Getsemani (Mat 26: 36-37). Setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Rasul Yohanes mengambil peranan penting dalam penginjilan (KPR 3,4; 8:14-17). Dari semua keterangan ini dapat kita bayangkan betapa penting pekerjaan Rasul Yohanes dalam penginjilan pada abad pertama itu.[2] 

            Rasul Yohanes dalam penulisannya sangat dekat dengan beberapa pribadi yang berperan penting dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus antara lain : 

Maria ibu Tuhan Yesus Kristus

            Kemungkinan Maria ibu Tuhan Yesus Kristus yang menceritakan mengenai mujizat pertama Tuhan Yesus Kristus dipesta perkawinan di Kana (Yoh 2 : 1-11)  kepada Rasul Yohanes. Maria ibu Tuhan Yesus Kristus juga menjadi ibu Rasul Yohanes (Yoh 19:27).

Andreas ‘The Power of One’

            Salah seorang pengikut setia Yohanes Pembaptis yang kemudian menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus yang special dan unik  merupakan pengikut yang hebat memiliki kekuatan penginjilan  walaupun kesannya berperan ‘dibelakang layar’ tapi memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia penginjilan. Andreas membawa Simon (Yoh 1:40-41) dampak pertobatan kemudian hari tiga ribu orang, anak-anak kecil (Yoh 6:8) lima ribu orang lakit-laki belum termasuk perempuan, orang-orang pintar atau Yunani (Yoh 12:22).

Yohanes Pembaptis

            Mempunyai dua pengikut yang setia yang kemudian menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus (Yoh 1:35). Kemungkinan segala perilaku, percakapan, perdebatan maupun pemberitaan Yohanes pembaptis dapat di catat dengan jelas oleh  Rasul Yohanes.

 

BAB III

 

LATAR BELAKANG

            Latar belakang penulisan juga sangat penting kemungkinan penulisan di lakukan tidak sesuai dengan kronologi waktu dan juga personal atau kecenderungan hubungan pribadi sangat kuat antara Rasul Yohanes dengan Tuhan Yesus Kristus.

Tahun Penulisan  (Kira-kira Tahun 80 – 100 M)

            Penulisan Injil Yohanes di perkirakan antara tahun 80 -100 M. Kisah 12:2 dengan Gal. 2:9 menyatakan Yohanes masih hidup! Sebaliknya mulai dari Ireneus (kira-kita tahun 180) terdapat tradisi bahwa “Yohanes, murid Tuhan, yang duduk dekat Dia waktu makan bersama menerbitkan Injil itu waktu ia berada di Efesus di Asia”. Juga di situ dikatakan bahwa Yohanes meninggal pada usia yang sangat lanjut pada masa Kaisar Trayanus (98-117).[3]  Kemungkinan salinan Injil Yohanes sudah di bawah ke Mesir kira-kira pada tahun 130 M, sebab Papirus tertua ditemukan di Mesir pada tahun itu.

BAB IV

 

PENEKANAN

            Injil Yohanes yang menjadi penekanan ajaran Tuhan Yesus Kristus merupakan ‘Kasih’, pengalaman bersama Tuhan Yesus Kristus dan pertemuan serta pelayanan Tuhan Yesus Kristus. Garis-garis besar Injil Yohanes :

I.          Prakata Injil Yohanes. Anak Allah, Firman yang kekal itu menjadi    manusia (1:1-18

II.         Anak Allah menyatakan diri-Nya kepada dunia ini ( 1:19;12:50)

            1.         Kesaksian Yohanes Pembaptis dan murid-murid-Nya                                                terhadap Dia (1:19-51)

            2.         Anak Allah menyatakan diri-Nya dengan tanda-tanda mujizat                      dan ajaran-Nya di Samaria dan di Galilea (2:1-4:54).

            3.         Mujizat-Nya di Yerusalem menjadi sumber dari konflik di                               antara bangsa Yahudi (5:1-47)

            4.         Tuhan Yesus Kristus dinyatakan sebagai sumber hidup yang                      kekal (6:1-71)

            5.         Di Yerusalem Tuhan Yesus Kristus bersaksi tentang tempat                                     asal-Nya (7:1-52).

            6.         Tuhan Yesus Kristus mengampuni perempuan yang berzinah                    (7:53-8:11).

            7.         Tuhan Yesus Kristus adalah “Terang” dunia ini. Tuhan Yesus                     Kristus dan Abraham (8:12-59).

            8.         Orang buta melihat dan orang Yahudi (9) 

            9.         Gembala yang baik (10)

            10.       Tuhan Yesus Kristus adalah kebangkitan dan hidup (11)

            11.       Tuhan Yesus Kristus menghadapi penderitaan-Nya.                                      Kesimpulan pelayanan-Nya(12)

III.        Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri kepada Murid-murid-Nya       dalam ajaran dan doa syafaat-Nya (13-17).

IV.       Tuhan Yesus Kristus ditangkap, diadili dan disalibkan, akhinya       dipermuliakan (18-20)

V.        Tuhan Yesus Kristus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan secara khusus Ia mengutus Petrus (21).

            Kasih inilah kebenaran yang mendasar: bahwa Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya untuk mendatangkan keselamatan (Yoh 3:16). Jelas,…. Yang dibicarakan Rasul Yohanes bukanlah kasih yang di ambil dari Allah karena jasa luar biasa atau daya tarik manusia. Hal yang mengagumkan,… dan Kasih itu mahal harganya. Kasih itu berarti Salib.[4] By Kiven Keegen Kaeng

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1]           Leon Morris, New Testament Theology (U.S.A:Zondervan Corporation, Grand Rapids, Michigan, 1986), 309

[2]               Adina Chapman, Pengantar PB (Bandung: Yayasan Kalam Hidup), 36

            [3] Drs. M.E. Duyverman, Pembimbing ke dalam PB (Jakarta BPK Gunung Mulia), 72

                [4] Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru (Malang: Gandum Mas), 383

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s