IMMUTABILITY

IMMUTABILITY

Q: Kita sering mendengar bahwa Tuhan tidak berubah, tidak menyesal dan tidak bertobat. Tetapi tertulis di Alkitab bahwa Tuhan menyesal Misalnya Kej. 6:6-7; Kel. 32:14; Yer. 18:10 dan Yun. 3:10.

A: Tuhan tidak menyesal. Coba Anda perhatikan 1 Samuel 15:29 “Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.”

Q: Tetapi waktu baca kisah Saul, saya jadi “curiga” kepada Tuhan. Mulai meragukan akan karakter Tuhan karena di 1 Samuel 15:35 “Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel”. Bahkan King James Version menyatakan “and the LORD repented that he had made Saul king over Israel”. Apakah benar “TUHAN menyesal atau LORD repented”?

A: Tidak benar. Tuhan tidak bertentangan dengan diri-Nya. Kata menyesal dari bahasa Ibrani yaitu נחם nâcham. Kata Nacham menunjukkan beberapa hal yaitu

  1. Bahwa Allah adalah pribadi, bukan kekuatan impersonal.
  2. Tuhan penuh kasih dalam hubungan.
  3. Tuhan tidak bersukacita atas/dalam ketidaktaatan umat-Nya.

Q: Mengapa Tuhan tidak berubah?

A: Karena

  1. Bil.23:19 “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
    1. Jika Ia pernah dipercaya, Ia tidak berubah (ay.19 a).
    2. Jika Ia pernah berkomitmen pada manusia, Ia tidak akan pernah berubah komitmen-Nya (ay.19 b).
    3. Jika Ia pernah memberi janji maka janji-janji akan dipenuhinya (ay.19c & d).
  2. Pemazmur menyatakan bahwa rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun (Mzm. 33:11), tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan (Mzm. 102:27).
  3. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?” (Mal.3:6-7).
  4. “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr.13:8).
  5. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak. 1:17).

P1180089

B E T H E L “Rumah Allah”

B E T H E LP1170816

“Rumah Allah”

“Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus”(Kejadian 28:16-19).

בּית־אל (bêytḣ’êl ) dari akar kata Hebrew בּית (bayith), Greek οἶκος (oikos) yaitu rumah, tempat, bait dan Hebrew אל (‘êl), Greek θεός (theos) yaitu Allah. Bethel  artinya rumah Allah (house of God). Bethel menunjukkan beberapa hal yaitu:

  1. Tempat di Israel (Palestina).
    1. Tempat di negara selatan Yehuda, tidak jauh dari Bersyeba dan Ziklag.
    2. Tempat kuno dan kursi menyembah di Efraim di perbatasan Benyamin, yang nama kotanya Lus (Kejadian 28:19).
  2. Bangunan.
    1. Bait Allah (Matius 24:1; Lukas 11:51).
    2. Gereja.
  3. Tubuh.
    1. Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 2:19-21).
    2. Orang percaya (1 Korintus 3:16-17; 6:19; 2 Korintus 6:16).

Aplikasi

  1. Intimacy with God. Yakub mendapat berkat melimpah dari warisan kakeknya bernama Abraham dan ayahnya Ishak tetapi dia mengalami perjumpaan pribadi dengan TUHAN (Kejadian 28:20-22). Saudara harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus.
  2. Hadirat TUHAN. Pintu gerbang Sorga (Kejadian 28:17) melimpah dengan berkat, mujizat, kuasa supranatural dan kasih. Saudara tahun 2014 adalah tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat dan Tuhan Yesus Kristus menyertai kita selama-lamanya (Matius 2:20; Wahyu 22:21).

Tuhan Yesus Kristus memberkati. by Kiven Kaeng

 

APAKAH NAMA PENTING?

INTRODUKSI

Pernahkah anda dipanggil dengan nama yang berbeda? Atau Bagaimana rasanya jika orang lain mengganti nama anda dengan sengaja dan secara sembarangan? Pdt. Dr. Ronald B. Allen, dosen Perjanjian lama dan ahli bahasa Ibrani dari Dallas Theological Seminary, mengilustrasikan persoalan ini dengan menggunakan contoh namanya sendiri. Apabila konsonan dari nama depan Ronald adalah RNLD serta vokal dari nama belakangnya Allen adalah A dan E, lalu  digabungkan sehingga terbentuk nama baru yaitu RaNeLD. Dapat dipastikan akan terjadi kesalahan penulisan, karena RaNeLD bukanlah namanya. Jika manusia saja mempunyai aturan untuk mengubah nama, bahkan tidak boleh dengan sembarangan merubahnya, karena ada hukum yang mengatur, begitu juga dengan nama Allah, siapakah yang bisa mengubah nama Allah yang disebut YHWH ? Apakah nama Allah bisa berubah? Bagaimanakah kisah terjadinya perubahan nama Allah.

Dimulai dari Kejadian 1:1 yaitu pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Allah Abraham, Ishak dan Yakub yang menciptakan langit dan bumi. Allah (Elohim) yang benar tidak dapat dikalahkan oleh allah-allah lain atau berhala.

Kemudian didalam Keluaran pasal 3, Allah dengan sengaja menyatakan nama-Nya kepada Musa dengan sebutan bahasa Ibrani yaitu YHWH (terjemahan indonesia: TUHAN). YHWH memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk tidak menyebut dengan sembarang dan menghujat nama-Nya karena mereka akan dihukum mati. Oleh karena itu bangsa Israel menggantikan YHWH dengan sebutan `Adonay (terjemahan indonesia: Tuhan).  `Adonay dipakai oleh bangsa Israel sampai terjadi perubahan Kitab Suci bahasa Ibrani diterjemahkan ke bahasa Yunani yang disebut Septuaginta (terjemahan dari, tujuh puluh LXX disingkat).

Septuaginta terjadi di Zaman Ptolemy II (disebut Philadelphus, raja Mesir, 285-247 SM) ingin memiliki perpustakaan di Alexandria. Atas permintaan Ptolemy II kepada imam Eleazer dari Yerusalem untuk mengutus tujuh puluh dua orang, enam dari setiap suku, ke Mesir dengan gulungan Taurat. Dalam tujuh puluh dua hari mereka menerjemahkan masing-masing satu bagian dan sesudahnya mereka memutuskan untuk bekerjasama. Maka kata YHWH yang diganti dengan sebutan `Adonay di terjemahkan menjadi kurios (terjemahan indonesia: TUHAN,Tuhan) dalam bahasa Yunani. Puji TUHAN, di dalam surat terakhir dari Perjanjian Baru yaitu Wahyu ditulis dalam bahasa asli Yunani menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN. 

Sesudah TUHAN Yesus Kristus terangkat ke Surga, sesuai janji-Nya kepada pengikut-pengikut Kristus terjadi pencurahan Roh Kudus. Pada abad pertama masehi kuasa Roh Kudus tidak dapat dibendung, dihalangi oleh para penguasa yang jahat di jaman para rasul, walaupun banyak penganiayaan dan penderitaan yang dialami oleh orang percaya justru pemberitaan mengenai injil Kristus tersebar ke seluruh penjuru dunia. Memasuki jaman Bapa-bapa Gereja terjadi perubahan yang luar biasa, gereja bertumbuh, berkembang dengan pesat. Jangan ragu bahwa kuasa-Nya masih terus bekerja sampai sekarang, saya percaya.

Pada Masa Reformasi, Murid Marthin Luther bernama Galatius, Tahun 1520. Dengan tujuan yang baik, Dia menggabungkan kata YHWH dengan huruf vokal dari ‘Adonay maka terjadi perubahan nama YHWH menjadi sebutan lainnya (terlalu banyak karena beribu-ribu bahasa didunia ini). Seperti apakah proses penggabungannya?(Butuh waktu untuk menjelaskan memakai bahasa Ibrani).

Mohon maaf penulis mencoba menjelaskan dengan sedikit bahasa Ibrani karena bahasa asli dalam Perjanjian Lama/PL (sekilas info: PL ada juga bahasa aram).

Bahasa ibrani/Hebrew yaitu tulisannya ditulis dalam huruf konsonan/huruf mati contoh empat huruf konsonan dari Nama Ilahi (Y, H, W, H). (tambahan: huruf vokal di tambah oleh para sarjana untuk mempermudah belajar Hebrew).

Mari kita fokus pada kata ‘ADONAY dan melihat pemisahan konsonan dan vokalnya. 

Kalau di tulis hanya konsonan yaitu ‘DNY, penjelasannya Hebrew yaitu ‘=Alef (Simbol Hebrew:א), D=Dalet (ד, N=Nun (נ) , Y=Yod (י). Sedangkan vokalnya AOA (Penjelasan vokal bisa lihat di buku pengantar Hebrew) .

Kenapa Vokal “A” bisa berubah menjadi “E”? karena

Alef  ditulis bahasa Indonesia seperti huruf koma yang terletak diatas/sejajar (lihat ‘DNY), dibunyikan tidak bisa karena merupakan huruf mati tetapi jikalau alef di tambah hurf vokal “a” maka akan kedengaran seperti suara tenggorokan (eeergh). Sehingga Bpk. Galatius memodifikasinya menjadi setengah vokal kedengaran huruf “e”. Oleh karena itu huruf vokal  didalam kata ‘adonay yang semula adalah AOA berubah menjadi EOA(Ket: Sesudah huruf konsonan baru bisa ada huruf vokal seperti adonay tidak bisa dimulai huruf a tetapi dimulai huruf alef= sehingga menjadi ‘adonay kenapa demikian karena merupakan salah satu aturan Hebrew). Promosi: Hebrew, bahasa yang luar biasa disebut bahasa suci! kapan belajarnya?

Apakah ada kaitannya dengan perubahan nama Allah yang disebut TUHAN (YHWH)?

Coba perhatikan Y H W H + E O A = YEHOWAH.

Tanya: kenapa disebut JEHOVA?

Jawab: Bpk. Galatius saat itu hidup di wilayah Jerman sehingga logat, bahasa setempat yang dipakai. Misalnya Y kalau disebut kedengaran seperti J begitu juga huruf W yang ada huruf V jadi karena pengucapannya dan pengaruh bahasa saat itu sehingga tidak dapat dipungkiri menyebarlah kata JEHOVAH. Terus mengapa bisa berubah menjadi JEHOVA?huruf H kemana? Huruf H bisa dihilangkan apabila tidak ada Mappik. (Mappik is A dot placed in the letter (ה) only when it is final to indicate that it is to be treated as a consonan (guttural).

Tanya: Apakah nama penting?

Jawab: Kiven ingat waktu mau urus visa untuk lanjut study teologi ke negara lain. Sebagai seorang awam dari kampung loyang, Bitung, Sulawesi Utara dengan semangat ke Jakarta dengan mengandalkan Passpor, surat akte kelahiran dan surat-surat lainnya. Ketika masuk didalam proses pengurusannya ternyata belum memenuhi syarat. Sehingga kesempatan untuk study tertunda karena hanya masalah kecil yaitu nama. Kenapa nama? karena nama di akte kelahiran berbeda dengan nama di beberapa surat lainnya, misalnya di akte tertulis Kiven Keegen Kaeng sedangkan di Kartu Keluarga tertulis Kiven Kigen Kaeng. Ternyata Keegen dan Kigen berbeda!

Jadi apakah nama itu penting? coba pikirkan perumpamaan ini: Kiven adalah nama panggilan sedangkan Kaeng (Marga, fam). Kaeng adalah nama yang diwariskan dari Hans (ayahku) kepada Kiven sedangkan Hans dapatnya dari Alexander (Kakekku) begitu seterusnya. Jadi Kaeng adalah nama keluarga besar.

Jika Kaeng terdiri dari tiga huruf konsonan K N G sedangkan Kiven terdiri dua huruf vokal I & E maka Apabila kedua kata tersebut digabung akan menjadi K I N E G  (K N G + I E = K I N E G). Kineg dan Kigen bukanlah namaku karena tidak sesuai dengan akte kelahiran.

Jikalau nama manusia sangat penting apalagi nama Allah? 

Mari berdoa: Bapa Surgawi, bukakanlah hati saya untuk menerima kebenaran firman-Mu. Roh Kudus mampukanku untuk mengerti dan berkuasalah atas seluruh aspek kehidupanku didalam nama TUHAN Yesus Kristus. Amin.

Marilah kita lihat kebenaran di dalam kitab Keluaran pasal 3, sesudah Allah membukakan nama-Nya kepada nabi Musa (akan dikupas secara khusus dengan bahasa Ibrani).

Perhatikan ada tertulis didalam Kel 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

YHWH (TUHAN) adalah nama kekal, itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. The importance of the Name of God in biblical theology can scarcely be exaggerated. My NAME FOREVER: The term “forever” is the Hebrew term describing perpetuity, that is, time without end.[1]

Menurut The Brown-Driver-Briggs Lexicon `owlam (o-lawm’); or `olam (o-lawm’) adalah kata benda maskulin artinya Long duration, antiquity, futurity (kekal, selama-lamanya, zaman purbakala,  keabadian).  Nama YHWH adalah kekal itu berarti tidak ada perubahan nama sampai pada kekekalan. Allah juga tidak terbatas dalam kurun waktu. Allah tidak memiliki awal atau akhir, Ia bebas dari keterbatasan kurun waktu, Ialah pencipta waktu.[1] God’s eternity may be defined as follows: God has no beginning, end, or succession of moments in his own being, and he see all time equally vivdly, yet God sees events in time and acts in time.[2]

Note: Kita percaya Trinitas. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. (Pembahasan diatas berkaitan dengan nama Allah Bapa).

Menurut Tuan-tuan apakah nama itu penting?

Ijinkanlah Roh Kudus menjawabnya secara pribadi.

Darah Yesus Kristus membebaskanmu.

Author: Kiven Keegen

 


[1] Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika (Malang: Gandum Mas, 2003), 119.

[2] Wayne Grudem, Systematic Theology (England: Inter-Varsity Press, 1994). 168.


[1] Ibid, 35

 

 

 

Aside

THE PURSUIT OF HAPPINESS
Chris Gardner is a clever businessman, likes to work hard-hit by hardship after hardship. His efforts failed. He lost his savings. His wife left him. He eventually became homeless, and raising his son on the streets. One day the father and the boy was playing basketball with a new ball that he had given to his son’s. While they were playing the father said to his son: “Daddy do not want you to stay out here and play all day because you’re probably just going to be a player who is mediocre. Anyway, that’s just like you. You’re only as good as your dad. We have the same genes. So Daddy do not want you to waste a lot of time every day thinking that you will truly an expert. ”
You can see that his words affect the child’s heart. His son put his ball down and walked away with a feeling abandoned. The father saw the effect these words and, with feeling very guilty, knees, staring at his son’s eyes, saying, “Listen, boy, do not ever let anyone tell you that you can not be a great person – even Dad.”
1 Timothy 4:12 Let no one look down on you because you are young. Be an example for the believers in speech, in life, in love, in faithfulness and in purity.
Let us pray: Our Father in Heaven, I am thankful for your grace. I believe that your power is extraordinary in my life. Give me wisdom and wise, in the name of the Lord Jesus Christ. amen

THE PURSUIT OF HAPPINESS

Chris Gardner adalah seorang usahawan yang pandai, suka bekerja keras yang dihantam oleh kesukaran demi kesukaran. Usahanya gagal. Ia kehilangan tabungannya. Istrinya meninggalkannya. Ia akhirnya menjadi tunawisma, dan membesarkan putra kecilnya di jalan-jalan. Suatu hari ayah dan anak itu sedang bermain bola basket dengan bola baru yang telah ia berikan kepada putranya itu. Sementara mereka sedang bermain sang ayah berkata kepada putranya: “Ayah tidak ingin kamu tinggal di luar sini dan bermain sepanjang hari karena kamu mungkin hanya akan menjadi seorang pemain yang biasa-biasa saja. Lagi pula, hanya seperti itulah kamu. Kamu hanya sebaik ayahmu. Kita mempunyai gen yang sama. Jadi Ayah tidak ingin kamu membuang-buang banyak waktu setiap hari sambil berpikir bahwa kamu akan benar-benar ahli.”

Anda dapat melihat bahwa kata-katanya itu mempengaruhi hati anak itu. Putranya menaruh bolanya ke bawah dan berjalan menjauh dengan merasa tertolak. Sang ayah melihat pengaruh kata-katanya itu dan, dengan merasa sangat bersalah, berlutut, menatap mata putranya, berkata, “Dengarlah, Nak, jangan pernah kamu membiarkan siapa pun memberitahukanmu bahwa kamu tidak dapat menjadi orang yang hebat – bahkan Ayah.” [1]

1Timotius 4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Mari kita berdoa: Bapa kami didalam Surga, Saya mengucap syukur untuk kasih karunia-Mu. Saya percaya bahwa kuasa-Mu didalam hidupku sangat luar biasa. Berikan kepadaku hikmat dan kebijaksanaan, didalam nama TUHAN Yesus Kristus. Amin


[1]Osteen Joel, It’s Your Time, (Jakarta: Immanuel,2012), 269.

Image

K.E.A

K.E.A

GAMBAR APA?

GAMBARAN ALLAH

Apakah kita mempunyai gambaran tentang Allah? Secara psikologi banyak yang mempunyai gambaran masing-masing tentang Allah misalnya ada yang berpikir bahwa Allah itu seperti seorang hakim yang adil dalam mengambil keputusan, guru yang baik dalam mengajar atau ayah yang baik selalu menolong dan menjaga anak-anaknya. Jadi gambaran tentang Allah tergantung  dan di pengaruhi oleh cara berpikir setiap pribadi. Tetapi bagaimanakah Alkitab mengajarkan tentang gambaran Allah? Kita bisa melihat di kitab Lukas 15.

Kita tahu bahwa didalam perjanjian lama sejak Kejadian 3, bahwa Allah mencari-cari Adam dan Hawa ketika mereka jatuh kedalam dosa. Sampai di dalam kitab terakhir didalam perjanjian baru, lima ayat terakhir menekan bahwa Allah tetap mencari-cari yang terhilang.

Marilah kita lihat apa yang di tulis Lukas 15 tentang gambaran Allah?

Pertama, Allah digambarkan sebagai gembala. Apabila ada seekor domba yang tersesat maka gembala ini tidak akan istirahat melainkan meninggalkan 99 ekor  dan mencari-cari yang tersesat sampai ketemu. TUHAN Yesus Kristus menekankan bahwa Allah secara aktif masih mencari-cari yang tersesat , ketika ketemu maka ada sukacita!

Kedua, digambarkan dirham yang hilang. TUHAN  Yesus Kristus menekankan lagi didalam perumpamaan itu bahwa ketika ketemu dirham yang hilang itu, terjadi sukacita.

Ketiga, Allah digambarkan sebagai Bapa. Perumpamaan yang sangat luar biasa dimana TUHAN Yesus Kristus menceritakan kisah mengenai situasi indah mengenai Bapa yang berada ditempatnya yang dahsyat, terus-menerus mencari anak bungsu yang hilang. Seorang Bapa yang naik diatap/ tingkat rumah yang tinggi setiap hari melihat jauh kedepan arah anaknya akan datang. Ketika anaknya datang Bapa berlari menyambut anaknya dengan sukacita.

Luk 15:11  Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

Luk 15:12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Luk 15:13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Luk 15:14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

Luk 15:15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Luk 15:16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Luk 15:17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Luk 15:18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Luk 15:19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Luk 15:20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Luk 15:21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Luk 15:22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Luk 15:23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

Luk 15:24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Luk 15:25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

Luk 15:26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

Luk 15:27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

Luk 15:28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

Luk 15:29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Luk 15:30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Luk 15:31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Luk 15:32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

 

Didalam Injil dituliskan bahwa TUHAN Yesus Kristus berkeliling mencari-cari yang tersesat dan hilang untuk diselamatkan. Gambaran Allah diumpamakan seperti Bapa yang mencari-cari yang tersesat dan hilang supaya mereka memperoleh keselamatan. Bagaimana dengan kita? Apakah sudah menjadi anak-anak-Nya? Jika kita sebagai anak-Nya, kita mempunyai tugas untuk mencari-cari yang hilang dan tersesat. Kita bekerja untuk kemuliaan nama Bapa kita, TUHAN Yesus Kristus yaitu Nama diatas segala nama, Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuhan.

Marilah kita berdoa, Bapa surgawi terima kasih untuk kasih karunia-Mu, saya minta ampun atas dosa-dosaku, saya menerima engkau sebagai TUHAN dan juruselamatku secara pribadi saat ini, didalam nama TUHAN Yesus Kristus Amin.

Preaching

Youth for Christ.

Reaching high for His kingdom going deep into His word.

Seluruh aspek kehidupanku kepersembahkan kepada TUHAN, lebih baik menyampaikan kabar baik keselamatan yang kekal daripada terkenal dan mencintai dunia ini.

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Bersyukur karena diberi kesempatan untuk berkhotbah tentang Kasih Bapa kepada anak-anak sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia.