Gereja-gereja Asia

MENANAMKAN VISI  MISI KEDALAM

GEREJA-GEREJA ASIA

 

Tujuan Misi Perjanjian Lama

            Perjanjian Lama adalah misi dalam dunia. Israel adalah bangsa misi, sejarah Tuhan dengan manusia, panggilan Abraham, Tuhan menghadapi Israel dan menubuatkan kedatangan Sang Juruselamat.

Penciptaan, Kejatuhan Manusia dan janji pertama menuju Keselamatan

            Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej. 1:27). Manusia ditaman eden gagal mematuhi perintah-perintah Tuhan dan jatuh dalam dosa. Tuhan menjanjikan juruselamat yaitu Yesus Kristus tergenapi nubuatan Kejadian 3:15.

Panggilan Abraham

            Hubungan Tuhan yang baru dengan umat manusia seperti dalam kejadian 12 melalui panggilan Abraham bersifat khusus dari segi metodenya tetapi bersifat umum dilihat dari sudut perjanjian. Tuhan ingin memberi berkat dan keselamatan kepada semua ras dan bangsa melalui satu orang dari benih dan keturunnya.

Bangsa Istimewa

            Tuhan mengangkat bangsa Israel serta mengingatkan mereka bahwa merekalah pewaris-pewaris Abraham dan janji Tuhan (Keluaran 19:46a)

Penghambaan Israel kepada Tuhan dan kedatangan Juruselamat

            Bangsa Israel sebagai hamba Tuhan (Yesaya 49:3). Tuhan sendirilah yang memperkenalkan Juruselamat sebagai hamba Tuhan.  Tujuan Misi Tuhan menjadi sempurna mulai kejadian 15:3, panggilan Abraham dan pemulihan Israel sebagai imamat.

 

Sifat Hakiki Misi Perjanjian Baru

Ekspresi yang wajar dari keKristenanyang hidup. Tujuan misi Yesus Kristus dan kedatangan-Nya, perintah-perintah yang diberikan kepada murid-murid –Nya dan pernyataan misi dalam hidup murid-murid dan Gereja mula-mula.

Sifat Hakiki Misi Yesus Kristus

            1Yohanes 4:9, Kristus diutus oleh Allah Bapa. Inkarnasi, kehidupan Kristus, kematian-Nya dan yang sekarang hidup dengan Bapa adalah misi dalam arti yang sebenar-benarnya.

Isi Misi PengajaranNya

Yesus Kristus adalah satu-satu-Nya jalan kepada Bapa (Yohanes 14:6). Pengikut-pengikut-Nya memberitakan kabar baik dan hidup dalam kekudusan hidup yang berpusat pada Kristus.

Perwujudan Misi dalam Gereja mula-mula

            Pencurahan Roh Kudus fenomena yang terjadi dalam Kisah Para Rasul hanya 4 kali dan sama sekali pemberitaan injil tidak mendapat halangan apapun karena kuasa Kristus sesuai dengan Kisah Para Rasul 28:31.

Misi sebagai Tugas dan Tanggapan Gereja

Kristen mula-mula bersunguh-sungguh melaksanakan Amanat agung yang di perintah Tuhan.

Tugas Misi dipandang dari segi Kedatangan Kristus yang sudah dekat

            Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barula tiba kesudahannya (Matius 24:14).

 

Gereja Anthiokia sebagai misi

Sebuah pola bagi Gereja-gereja di Singapura dan di Asia Tenggara

            Kisah Para Rasul 11:19-13:4, pelayanan yang dimulai dari Antiokhia sangat kuat pengajaran tentang juruselamat. Kehidupan kekudusan begitu penting dan dikuasai Roh Kudus.

 

Waktu Tuhan untuk Asia

Kegiatan Misi dari Antiokhia menuju ke Singapura 1968.

            Antiokhia menjadi dasar utama pengutusan gereja mula-mula kebarat misi yang dijalankan rasul Paulus dan rekan sekerjanya dan kearah timur oleh Nestorian.

 

Visi Misi untuk Gereja-gereja di Asia

Singapura 1968 Raja Kemuliaan dan kasih pribadi kita kepada-Nya

            Peringatan kepada gereja di Asia bahwa cinta itu tidak boleh berkurang. Semua visi misi untuk Gereja Kristus masa kini, di Asia dan ditempat lain harus dibangun diatas visi Tuhan yang telah bangkit dipermuliakan, Raja kemuliaan dan juga atas dasar hubungan kasih secara pribadi.

Sifat dan Prioritas

            Tugas utama dan mendesak dari gereja-gereja Asia adalah tugas menginjil.

Kewajiban dan Tanggung jawab

            Gereja-gereja harus memegang dan melaksanakan tanggung jawab utama terhadap daerah-daerah yang belum diinjili di negaranya sendiri.

Gereja Lokal

            Penginjilan dengan berbagai cara menuntut kerjasama antar gereja local serta penyerahan sepenuhnya di kuasai oleh Roh Kudus.

Sumber-sumber

            Berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus menyempatkan waktu untuk berdoa jikalau kita mau menerima kuasa dan berkat atas tugas kita.

Sebuah Penilaian

            Menguatkan gereja-gereja di Asia dengan menanamkan visi Alkitabiah untuk penginjilan antar Negara karena kebutuhan dan perintah Tuhan sangat penting.

 

Seoul 1973, orang Asia Mempromosikan Misi Asia

Kejadian bersejarah

            Kejadian bersejarah All Asian Mission Consultation yang pertama di seoul, Korea Selatan.

Tantangan bagi Gereja-gereja Asia

            Pendidikan personalia misi, perbaikan kerjasama antar gereja dan badan-badan mis.

Gereja menjadi lingkaran sempurna

            Melibatkan diri dalam misi dan menolong gereja-gereja Asia menjadi gereja yang berkembang dalam kebudayaan lain.

Kejadian-kejadian yang bertalian/berkaitan.

            Panggilan dan penanaman visi misi penginjilan yang Alkitabiah membesarkan hati.

 

The International Congress on World Evangelization.

            Pendirian akan menjalankan kebenaran Alkitab maka tercapailah persatuan ditengah-tengah keanekaragaman.[1]

 

MASA PERTAMA GEREJA DI ASIA

 

Pendahuluan

            Kekristenan lahir di tempat perjumpaan antara Timur dan Barat, yakni Yerusalem.

            Pada hari Pentakosta Injil dikabarkan kepada orang yang berasal dari Asia Kecil (Turki), kerajaan Persia (Irak dan Iran), Mesir, Libia dan Arabia.  Perjanjian baru berfokus pada perkembangan Injil dari pinggir kekaisaran Romawi sampai pusat ibukota Roma.

Bagaimana Gereja bertumbuh dan berkembang, siapa yang membawa Injil ke Negara-negara Asia, mengapa agama Kristen tetap sebagai agama minoritas di Asia karena penghambatan kejam dalam kekaisaran Persia dan penghambatan tidak lansung, dengan cara halus dibawah pemerintahan Islam. Apa ciri-ciri khas gereja Asia Kuno yaitu iman dalam kebudayaan Asia diwarnai kebudayaan Yunani.

 

Permulaan Gereja di Asia

Timur Tengah

            Antiokhia ibukota propinsi Siria, kota ketiga dalam kekaisaran Romawi menjadi pusat penginjilan kepada orang bukan Yahudi. Gereja Antiokhia menjadi gereja pengutus bagi perjalanan Paulus dan Barnabas ke propinsi Asia Kecil (Turki).

            Konsili Nicea pada tahun 325 mengakui Uskup Antiokhia sebagai salah satu di antara tiga uskup agung (Roma dan Aleksandria). Pada hari Pentakosta Injil dikabarkan kepada orang-orang Yahudi dan penganut agama Yahudi yang berasal dari empat belas daerah, termasuk lima tempat di Asia. Diaspora sesudah tahun 70 M banyak di antaranya orang Kristen Yahudi.

India

            Thomas mendapat tugas ke India dibawah oleh Habban. Di India dia membangun istana untuk Raja Gudnaphar, uang hasilnya dibagikan kepada orang miskin. Memimpin suatu kelompok besar 400 orang Kristen mengungsi dari Partia tahun 345 pada masa penghambatan.

Edessa

            Terletak di sungai Daisan, anak Sungai Efrat dekat jalan raya perdagangan antara Armenia dan padang gurun pasir di Siria. Sejarah Edessa (590) melapiorkan banjir besar pada tahun 201 yang menghancurkan istana besar dan indah milik paduka Raja dan bagian tengah gereja orang-orang Kristen. Kota pertama yang mempunyai gereja, orang-orang Kristen di Kekaisaran Romawi masa itu berkumpul di rumah-rumah jemaat untuk beribadat.

Kristologi dan soteriologi Gereja Asia Purba

Dalam perkembangan teologi Kristen muncul berbagai perbedaan antara Gereja Timur dan Barat. Mengenai hubungan antara Tuhan Allah dan manusia Gereja Roma berpikir secara praktis dan etis. Pokok persoalan utama adalah dosa dan akibat dosa, pertobatan, dan kasih karunia Allah dalam pengampunan dosa. Yesus dianggap terutama sebagai juruselamat. Perjamuan Kudus diberi tempat yang pokok oleh karena dalam sakramen tersebut kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib diperingati.

Dialog mengenai Takdir, yang naskahnya masih ada mengandung nada sinkretis tetapi bunyinya kurang ekstrem dibanding dengan bagian-bagian karangan Bardaisan lain yang masih terdapat hanya kutipan pengkritik-pengkritiknya. Konsili-konsili oikumenis menentukan teologi Kristen yang tepat, baik di Barat maupun di Timur tersebar pengertian-pengertian yang kemudian dikatakan salah. Namun ada juga menekankan sebagai upaya mewujudkan Injil Kristus dalam Konteks Asia.

Kota Antiokhia menjadi pusat pekarabaran Injil ke dunia bukan Yahudi. Gereja Asia purba memandang Kristus dari segi pertentangan antara yang fana dan abadi sebagai guru dan penebus.

 

Pertumbuhan dan Penghambatan di Persia

Gereja Purba di Partia

            Pada hari Pentakosta orang-orang Partia termasuk diantara orang banyak yang mendengarkan khotbah Petrus. Maka tidak sulit bagi para penginjil untuk masuk ke Partia.

Penghambatan di bawah kekaisaran Persia

            Kartir, imam besar Zoroaster dan hakim besar semasa pemerintahan Varahan menguatkan hierarki para magus dan berusaha menghapuskan agama-agama lain. Musuh utamanya bukan agama Kristen tetapi Manicheisme.  Konstantinus sendiri dengan motivasi baik justru memperburuk keadaan umat Kristen di Persia. Pemerintahan Persia memusnahkan semua gedung gereja dan merampas harta bendanya. Penganiayaan dan pembunuhan antara tahun 339 dan 379  umat Kristen mengalami penghambatan. Keadaan damai di Persia berdampak pada penganiayaan umat Kristen berkurang.

 

Kelompok minoritas sebagai persekutuan yang sah

            Umat Kristen diberi kebebasan beragama, meskipun kebebasan yang terbatas. Orang Kristen dilarang menginjili para penganut Zoroaster. Penganut Zoroaster masuk Kristen di hukum mati. Perkembangan gereja di Persia paling berhasil di antara golongan masyarakat berbahasa Siria terutama pedagang dan orang yang mempunyai ketrampilan.

Gereja Nestorian

            Perselisihan pada abad ke 5 di gereja-gereja aliran teologi di Antiokhia dan di Aleksandria yakni mengenai hubungan antara tabiat ilahi dan tabiat manusia dalam pribadi Kristus. Nestorius seorang Siria yang terkemuka di gereja Antiokhia diangkat menjadi uskup Konstantinopel pada tahun 428. Dia mengusulkan  agar Maria digelari Kristoskos (ibu atau Ibunda Kristus). Dia dianggap sesat oleh Cyrillus uskup Aleksandria.

 

Pekabaran Injil di Cina

Kedatangan Injil di Cina

            Agama Kristen berkembang di Cina tetapi kurang berakar. Latar belakang agama dan kebudayaan Cina berlawanan dengan ciri-ciri khas kekristenan gaya Nestorian. Teologi Cina cenderung bercorak sinkretistis melemahkan gereja.

Ajaran Gereja di Cina

            Ajaran Gereja di Cina banyak menggunakan pemikiran, filsafat, kebudayaan yang dipakai supaya ajaran Alkitab bisa diterima. Alkitab di tafsirkan sedemikian rupa sesuai dengan konteks Cina sehingga boleh dikatakan hampir sinkretistis. Warna sinkrestistis itu dinilai merupakan suatu usaha mencari jalan untuk menyampaikan kebenaran Kristen agar mengena di hati orang-orang Cina.

Gereja di bawah dinasti T’ang

            Adanya perlindungan Dinasti T’ang membuka jalan bagi pekabaran Injil di Cina. Gereja berkembang di Cina sejumlah besar merupakan pendatang. Gereja menghadapi dua kepercayaan atau pandangan hidup yang tertanam dalam budaya dan adat istiadat yang bertolak belakang dengan kekristenan. 

Kekaisaran Monggol

            Kaisar-kaisar bersikap toleran terhadap kekristenan tetapi tidak percaya kepada kekristenan. Umat Kristen terlalu bergantung pada pemerintah sehingga gereja lemah dan tidak mampu berdiri sendiri. Kekristenan hampir lenyap di Cina akibat pada masa penjajahan Monggol, negeri Cina tertutup dan tidak mau menerima ajaran-ajaran kekristenan.[2]

GEREJA LAHIR DAN BERKEMBANG

 

Sejarah gereja abad-abad pertama. Secara politis, dunia  dibagi menjadi dua Negara besar , yaitu Kekaisaran Romawi  disekitar Laut Tengah dan Kerajaan Partia (sesudah th. 225 M, Persia) disekitar Irak dan Iran.

Dalam wilayah yang luas terdapat aneka ragam agama. Wilayah. Kekaisaran Romawi dan di Mesopotamia terdapat sejumlah besar agama Suku. Di seluruh daerah itu dapat ditemukan pula banyak agama Yahudi. Di Mesopotamia, agama Babilonia dengan kepercayaan pada seluruh takdir dan kehidupan manusia. Di Iran terdapat agama Zoroaster, th 225 M menjadi agama Negara. Kebudayaan Helenisme, Yunani abad 5 dan 4 sM zaman kejayaan Atena. Helenisme bercampur dengan keyakinan dari Asia Barat (raja adalah anak-anak dewa) berkembang di kota-kota Aleksandria, Antiokhia, dan Palestian :Tiberias dan Kaisarea Filipi. Asia barat yang sebagian orang Yahudi menolak dan membenci kebudayaan “Kafir”.

            Lingkung gereja lahir dan berkembang. Lingkungan Yahudi-lah yang mempengaruhi gereja dalam tahap pertama sejarahnya. Th 597-586 sM. Raja Babil Nebukadnezar. Sekitar enam juta orang keturunan dari  pembuangan oleh raja-raja asing. Pedagang-pedagang disekitar laut tengah. Di Roma sekitar sepuluh ribu orang Yahudi. Laki-laki Yahudi berhak memimpin ibadah, Bait Allah yaitu Sinagoge dan inti ibadah adalah Taurat Musa.

            Hubungan Yahudi dengan bangsa lain. Ketaatan Yahudi pada Taurat menyebabkan di asingkan oleh bangsa lain. Agama polities menyembah banyak ilah, monoteisme keesaan Allah. Proselit orang-orang kafir yang percaya akan Taurat dan disunat.

             Dalam kekaisaran Romawi, Yahudi kaum minoritas dan mayoritas penganut agama Helenisme. Seluruh wilayah disekitar Laut Tengah, termasuk palestian, th 27sM-14M Kaisar Agustus, besar wilayah 2 ½ kali besarnya Indonesia.

            Pegangan dan harapan yang dicari orang itu ditawarkan dari tiga pihak yaitu:

      I.        Aliran-aliran kepercayaan ( Isis, Mithras dihutan manusia dan dewa bersatu lewat tari-tarian dan mantra-mantra). Agama-agama suku tidak dapat lagi memberi harapan dalam keadaan baru itu.

    II.        Filsafat. Aliran Stoa manusia hidup sesuai dengan kodrat,tdk digoncang oleh kejadian dunia disekeliling. Neo- Plotinus(nous/roh, logos/firman) allah jauh, tdk diungkap,tdk bergerak, tdk bertindak, tdk memperkenalkan diri dan tidak mempunyai nama.

   III.        Negara. Kaisar di anggap membawa ketentraman dan kesejatraan. Disembah,pengejewantahan Allah, juruslamat (stoter) dan Tuhan (Kyrios).

  IV.        Sebenarnya, latar belakang Helenisme, filsafat dll tidak dapat mempengaruhi perkembangan agama Kristen.

   V.        Itulah dunia yang kepadanya Injil hendak dikabarkan.

Baca-bacaan: Mantera dari mesir, kutipan aliran Stoa ( dua asas didalam diri manusia, bagaimana menghadapi maut Kaisar Marcus Aurelius), Plotinus mengenai Allah dan dunia, Vergillous, Ecloge IV (rindu akan keselamatan)

Politis

            Kekaisaran Romawi meliputi daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan kerajaan Partia meliputi wilayah Irak dan Iran yang sekarang.

Kebudayaan

            Kebudayaan Hellenisme, yang meneruskan kebudayaan Yunani kuno dari zaman kejayaan kota Atena dan bercampur dengan kebudayaan barat.

Yahudi

            Lingkungan Yahudilah yang paling mempengaruhi Gereja dalam tahap pertama perkembangannya. Hubungan Yahudi dengan bangsa lain kurang baik, mereka mengharapkan mesias yang akan membebaskan dari kekuasaan bangsa kafir.

Romawi

            Kekaisaran Romawi yang menguasai orang Yahudi hanya minoritas. Mayoritas penduduknya beragama lain dan kebudayaan Hellenisme. Lingkungan inilah gereja masuk dengan Injil Kristus.

Aliran-aliran kepercayaan.

            Berbagai aliran menawarkan lowongan kepercayaan yang fana seperti agama Isis dan Osiris dari Mesir, agama Cybele dan Attis dari Asia Kecil, agama Mithras dari Persia dan agama Baal dari Siria. Agama misteri, dan filsafat.

            Masyarakat Yunani – Romawi sangat membutuhkan berita keselamatan injil Kristus. Ketika agama Kristen memasuki masyarakat itu bertemu dengan Negara yang menganggap dirinya ilahi dan menuntut ketaatan mutlak serta filsafat yang kosong dapat memalsukan berita injil. Tetapi Injil Kristus sangat luar biasa sehingga banyak orang percaya yang dipilih untuk diselamatkan selama-lamanya.[3]

 

PENGHINAAN, PENGANIAYAAN DAN PENGHORMATAN

 

Walaupun gereja tidak terdiri dari orang-orang suci belaka, dan Montanesme serta gerakan-gerakan lain memprotes hukum tertibnya yang longgar, namun kelakuan orang-orang Kristen mencolok, lain daripada lain sehingga dimusuhi oleh rakyat maupun pemerintah. Orang Kristen menghindari semua hal yang digemari orang-orang kafir sezamannya, perkelahian antara binatang atau manusia, sandiwara kurang sopan, kuil-kuil dewa, tidak mengunjungi rumah yang ada penyakit pes bahkan tidak menyembah kaisar.

Latar Belakang

            Itulah latar belakang penganiayaan yang dialami orang-orang Kristen di Kekaisaran Romawi selama dua setengah abad. Penghambatan bersifat incidental dan local inisiatif dari rakyat bukan pemerintah kira-kira sampai pada tahun 250. Apabila ada kebakaran, kelaparan, banjir menimpa kota maka orang Kristen yang disalahkan, dibakar, dibuang kebinatang buas, diadili, disalibkan dan di asingkan ke pulau terpencil. Kaisar Nero (54-68) kira-kira pada tahun 64 di Roma menyalahkan orang Kristen atas perbuatannya sendiri yang membakar kota Roma. Orang Kristen dianiaya dengan sangat ngeri, rasul Petrus dibunuh. Para martir yang terkenal Ignatius uskup Antiokhia (siria), Polikarpus, uskup Smirna (Asia Kecil), Blandina, budak perempuan dari perancis dll. Kitab-kitab pembelaan (apologi) yang ditulis oleh orang Kristen, apologet yang terkenal Yustinus Martir (167) dan Tertullianus (200). Jasa utama para apologet itu adalah mereka yang pertama menguraikan ajaran Kristen secara sistematis.

            Sekitar tahun 250 mulai tahap kedua hambatan dari Negara yang memprakarsa penganiayaan secara sistematis memusnahkan agama Kristen. Kaisar Decius (249-251) kira-kira tahun 250 Cyprianus uskup Kartago dan yang lain dibunuh karena tidak mau mempersembahkan korban kepada dewa-dewa. Dan Kaisar Diocletianus (sekitar 300) penganiayaan sekitar delapan tahun, gereja dirusak, kitab dibakar, orang Kristen yang memegang jabatan dipecat.

            Konstantinus Agung (306-337) melihat sinar terang berbentuk salib dilangit disertai perkataan “Dengan Tanda ini engkau akan menang” setelah menang mengeluarkan Edik Milano (313) gereja mendapat kebebasan penuh, Negara membangun gereja-gereja bahkan menganakmaskan. Pada tahun 380 Kaisar Theodosius mengeluarkan peraturan bahwa segenap rakyat harus menganut agama Kristen (ordodoks).

            Berkat dukungan Negara, gereja menjadi kaya raya dan jumlah orang Kristen melonjak. Tetapi banyak orang yang tidak merasa senang. Salah seorang asket (askese : berpuasa, berjaga, menjauhi wanita, mengadakan perenungan yang lama) bernama Antonius (251-356) hartawan Mesir ketika mendengar (Matius 19:21) ia menjual tanah 120 hektar, uang diberikan kepada orang miskin lalu pergi kegurun 20 tahun kemudian menjadi guru. Bangsawan Italia Benedictus tahun 525 membuat peraturan kebiaraan selain beraskese, menuntut ilmu teologi dan ilmu-ilmu lain, mengusahakan pertanian teladan dll. Pada abad ke-16 Luther membawa pengertian baru tentang kehidupan Kristen.[4]

 

TANTANGAN GNOSTIK DAN PERTAHANAN GEREJA

 

            Gereja menghadapi tantangan dari bidat Gnostik, dalam abad-abad sekitar permulaan Tarikh Masehi orang sudah biasa mengambil unsur-unsur dari berbagai agama dan mencampurkannya (sinkretisme).

Gnostik

berasal dari kata Yunani “Gnosis” artinya pengetahuan. Aliran Valentinus dan Basilides mengajarkan tentang Allah yang jauh, murni dan suci sedangkan manusia jahat kotor dan maya, penganut gnostik menyusun Injil Thomas didalamnya terdapat kata-kata Yesus yang asli, tujuan untuk membenarkan kitab Gnostik dan Injil Barnabas tidak termasuk kitab-kitab Gnostik.

            Bagi gereja Kristen, Gnostik merupakan tantangan yang berat. Pada satu pihak, membawa ajaran yang rasanya bertolak belakang dengan asas-asas iman Kristen seperti:

  1. Perjanjian lama di pisahkan dengan perjanjian baru.
  2. Allah pencipta tidak sama dengan Allah Bapa Yesus Kristus.
  3. Tidak akan ada kebangkitan daging dan tidak ada dunia baru, semua materi binasa.
  4. Kehidupan jasmani tidak baik, manusia selamat harus melepaskan diri dari dunia.

Irenaeus

Dari Lyon kira-kira 180 M seorang Teolog yang menentang Gnostik dengan karya penulisan “Penyingkapan kedok dan sanggahan terhadap pengetahuan pura-pura”. Teolog-teolog di Mesir Clemens dari Aleksandria sekitar 150-210 M dan Origenes 185-254 menampung unsur-unsur Gnostik dalam ajaran mereka dan dengan demikian menciptakan semacam Gnostik gerejawi.

            Kira-kira tahun 100-150 M gereja menghadapi tantangan dari segi

  1. Organisasi. Pada masa itu setiap jemaat masih berdiri sendiri.
  2. Kitab Suci. Kaum Gnostik mudah untuk mengedarkan tulisan-tulisan mereka sendiri, dengan memakai nama seorang rasul.

            Ajaran gereja berdasarkan Kanon (Yunani berarti ukuran atau patokan juga daftar) , pengakuan iman  dan uskup disebut ortodoksi atau pendapat ajaran yang tepat.

Gerakan Montanisme.

Sekitar tahun 160 di Asia Kecil pengharapan eskatologis (menyangkut akhir zaman) tujuan pengharapan lama akan kedatangan Tuhan kembali, karunia-karunia Roh dan hukum disiplin gerejawi yang keras (Tertullianus ahli hukum 155-220). Montanus Roh Kudus didirinya dua nabi wanita, ajarannya jangan kawin, berpuasa banyak, berkumpul di Pepuza. Gerakan Montanisme hidup sampai abad keempat, lalu hilang. [5]

 

PLURALISME AGAMA-AGAMA

  • Para penganut eksklusivesme

            mengatakan bahwa tidak seorangpun akan diselamatkan kecuali orang itu dengan terang-terangan mengakui iman kepada Yesus Kristus sebagai sang Penyelamat.

  • Inklusivisme

Sedangkan Inklusivisme menerima bahwa mungkin saja ada anugerah keselamatan dan penyataan di dalam agama-agama lain, sehingga agama-agama lain itu dapat membawa orang yang percaya kepada agama-agama itu kepada keselamatan.

  • Pluralism.

Memandang pendirian dan sikap inklusif ini sebagai suatu pendirian dan sikap yang merendahkan agama-agama lain.[6]

MASUKNYA MISI GEREJA BARAT

Kekacauan yang ditimbulkan oleh permulaan Reformasi memberi leluasa bagi aliran-aliran yang selama Abad pertengahan ditindas oleh gereja Roma. Pemikiran mistik Abad pertengahan muncul kembali di dalam diri Thomas Muenzer. Tetapi dia mencampurkannya dengan ide-ide yang menyebabkan suatu revolusi sosial.

Sekitar tahun 1525 terjadilah pemberontakan para petani di Jerma. Muenzer membenarkan pemberontakan ini: Luther menolaknya. Akhirnya raja-raja Jerman menghancurkannya dan Muenzer dibunuh.

Peristiwa pemberontakan petani mempunyai akibat yang agak jauh bagi perkembangan Gereja-gereja Lutheran. Suatu kelompok yang agak lain daripada kaum mistik itu yaitu Anabaptis. Menegaskan bahwa jemaat Kristen hanya boleh terdiri orang-orang percaya saja. Mereka menolak pembaptisan anak-anak. Seluruh Jerman Utara, Skandinavia dan beberapa daerah lainnya memihak kepada Reformasi Luther dan ia juga protes terhadap larangan nikah (selibat) yang berlaku untuk kaum rohaniwan dalam Gereja Roma.[7]

PEMBAHARUAN GEREJA-GEREJA ASIA

 

Gereja seDunia zaman ini

            Gereja Yesus Kristus telah meluas ke seluruh dunia oleh karena usaha pekabaran Injil atau sending.

  • Konferensi-konferensi Sending International

Merundingkan bersama-sama segala hal-ihwal mengenai Sending yang diusahakan oleh Eropa dan Amerika dan untuk memperkenalkan segala badan dan gereja.

  • Timur Jauh

Orang Eropa, semua negeri Asia dari India hingga tiongkok dan Jepang. Membangun kasih terhadap tanah air dan milik rohaninya sendiri.

  • India

William Carey (1761-1834) mendirikan Baptist Missionary Society. Alexander Duff dari Gereja Skot Presbiterian (1930) memperhatikan pendidikan dan kasta. Sadhu Sundar Singh 1909-1929) menggunakan jubah kuning sebagai orang saleh pengembara ‘sadhu’.  Gandhi yang memandang Yesus salah satu jalan kepada keilahian.

  • Dari Sri Langka sampai Filipina

Sri Langka hampir semuanya beragama Buddha.  Di Birma pemberitaan injil pada umum tidak diterima oleh penduduk yang fanatic.  Karen yang animis banyak menjadi orang percaya. Orang Malaya asli hampir taka da yang Kristen.

Di Muang Thai dan Vietnam Gereja Protestan amat kecil 140.000 jiwa dari 50 juta penduduk Buddhis.  Pulau Filipina di jajah Spanyol sehingga penduduknya masuk Katolik Roma.

  • Tiongkok

Orang Nestorian memberitakan injil di Tiongkok. Hudson Taylor penginjil yang masyhur. Saat pemberontakan Bokser banyak penginjil yang dibunuh. Dr John Sung terkenal dengal khotbahnya.

  • Jepang

Kaisar suci dan keluarganya keturunan dewi matahari sehingga disembahkan oleh rakyatnya. Shinto Negara tiap-tiap orang jepang yang menjunjung tanah air tunduk dihadapan gambar kaisar dengan nenek moyangnya. Neesima dan Utsyimura menyampaikan Injil tetapi yang terkenal Toyohiko Kagawa (1888-1960)

  • Mantsyukwo dan Korea

Protestan berkembang dan pembukaan Seminary Theologia.

  • Timur-Dekat

Masih terdapat Gereja Armenia, Persia, Siria dan Mesir yang dipengaruhi ajaran Nestorian dan Monophysit.

  • Afrika

David Livingstone tabib, penginjil, pembuka daerah pedalaman yang gelap , memberantas perbudakan, pejuang pembinaan hak-hak kemanusiaan.

  • Hari-depan Gereja

Yesus Kristus pusat pemberitaan, setia sampai mati, Tuhan menghiburkan kita dengan firman-Nya: Tetapkanlah hatimu; Aku ini sudah mengalahkan dunia ini.[8]

Badan-badan penyalur Misionaris-misionaris berkebangsaan Asia

  • Kebutuhan akan kerjasama Injili.

Persatuan yang lebih erat diperlukan agar bisa bekerja dan bersaksi dengan bahu-membahu.

  • Kerjasama bisa diadakan.

Berhimpun bersama-sama adalah permulaannya, tinggal bersama-sama adalah kemajuannya dan berpikir bersama-sama adalah persatuan yang sebenarnya dan bekerja bersama-sama adalah sukses.

Struktur-struktur yang ada

  • Teori.

Berkembang keluar dari sinagoge Yahudi dan orang percaya berkumpul dalam persekutuan-persekutuan Kristen berkembang dan team misionaris.

  • Prakteknya

Menyalurkan misionaris-misionaris Asia kepada pelayanan komunikasi Injil antarbudaya.

 

Saran untuk Strategi

  • Penentuan sasaran

Menaati Amanat Agung untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang terakhir yang belum diinjili dan untuk menjadikan tiap suku dan tiap bangsa murid Kristus.

  • Rencana yang akan dijalankan.

Menanamkan visi misi, mengorganisir doa dalam gereja untuk misi, mengajar jemaat penginjilan pribadi, orang awan yang setia diajar di rumah tangga, perkaderan, pendelegasian dan gereja bekerjasama dengan badan pengutus misi.[9]

 

RESPON PENULIS

            Penulis sangat mengucap syukur atas kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.  Meringkas buku Sejarah Gereja, Sejarah Gereja Asia, Harta dalam Bejana, Wajah Yesus di Asia dan Merencanakan Misi lewat Gereja-gereja Asia membuat penulis lebih diperkaya akan pengetahuan, merubah persepsi pemikiran dan terutama memberkati hidup penulis. Sejarah Gereja di Asia menuntun kebesaran TUHAN yang berpusat kepada Yesus Kristus serta peran Roh Kudus dalam misi Amanat Agung.

Sangat luar biasa Tuhan Yesus Kristus yang mengasihi umat manusia sehingga diberi kesempatan untuk bertobat bagi mereka yang berdosa. Tuhan memilih orang percaya, dibenarkan, dikuduskan dan dimuliakan bersama-Nya selama-lamanya.  By Kiven Keegen Kaeng

 


 

[1] David Royal Brougham, Merencanakan Misi lewat Gereja-gereja Asia (Malang: Gandum Mas, 2001), 1-52.

[2] Dr. Anne Ruck, Sejarah Gereja Asia (Jakarta: BPK, 2006), 9-44.

[3] Dr. TH. Van Den End, Harta Dalam Bejana (Jakarta: BPK, 1991), 9-21.

[4] Dr. TH. Van Den End, Harta Dalam Bejana (Jakarta: BPK, 1991), 53-62.

[5] Dr. TH. Van Den End, Harta Dalam Bejana (Jakarta: BPK, 1991), 41-52.

[6] R.S Sugirtharajah, Wajah Yesus di Asia (Jakarta: BPK, 2003), 139.

[7] Dr. TH. Van Den End, Harta Dalam Bejana (Jakarta: BPK, 1991), 177-183.

[8] Dr. H. Berkhof, Sejarah Gereja (Jakarta: BPK, 1990), 349-371.

[9] David Royal Brougham, Merencanakan Misi lewat Gereja-gereja Asia (Malang: Gandum Mas, 2001), 183-207.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s